TGB dan Mayung Puteq Belat Segare Oleh JN Wirajagat, Abituren Suatu ketika, say…

TGB dan Mayung Puteq Belat Segare Oleh JN Wirajagat, Abituren Suatu ketika, say…

[ad_1]
TGB dan Mayung Puteq Belat Segare
Oleh JN Wirajagat, Abituren

Suatu ketika, saya menjemput seorang kawan New Zealand saya di Bandara International Lombok. Dia terbang ke Lombok dari Jakarta dengan pesawat kebanggan milik bangsa dan duduk di first class. Kawan saya ini sudah acap kali bolak balik Lombok sejak kurang lebih belasan tahun terkahir. Dia adalah seorang pengusaha multi nasional yang pertama-tama terpincut dengan kemolekan alam di pulau yang kini makin banyak mendapat perhatian nasional maupun internasional di bidang pariwisata.

Kelak di kemudian hari, kawan saya ini akhirnya tergoda juga untuk berinvestasi di Lombok di bidang pariwisata, padahal sejatinya dia adalah pengusaha di bidang pendidikan. Di Jakarta dan di Vietnam, dia memiliki sekolah internasional yang menyediakan jasa pendidikan untuk anak-anak ekspatriat dan anak-anak orang kaya lainnya yang biayanya sudah pasti selangit. Perkembangan pariwisata yang begitu pesat dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir rupanya tak luput dari pengamatannya sebagai pebisnis ulung sehingga ia pun tak tahan dengan godaaan tersebut. Tepat di tahun 2010 lalu bersama saya, dia mendirikan perusahaan penanaman modal asing yang kemudian saat ini tengah membangun kompleks villa mewah di dua titik paling strategis di Senggigi.

Dalam perjalanan dari bandara menuju ke Senggigi, di simpang Gunung Sari dia tiba-tiba dia menyela percakapan santai kami dan berujar dengan nada tanya,

“who is that? Is he your governor?”, (siapa yang di foto itu? Apakah dia gubernurmu?) sambil menunjuk baliho berukuran cukup besar yang terpampang di pojok kiri pertigaaan.

Spontan saya menjawab sambil bertanya keheranan, “Yes! He is. But how did you guess?” (Ya betul, koq tau?).

Kawan New Zealand saya itu kemudian menjawab dengan sepenggal cerita yang kemudian membuat saya tercengang sambil membenarkan dalam hati saja karena saya sangat terpukau dengan bagaimana sosok yang menjadi topik pembicaraan kami saat itu menunjukkan akhlak yang mulia kepada orang yang lebih tua yang dia tidak kenal dan tidak mengenalnya sekalupun. Dalam Bahasa Inggris New Zealand yang kental dia bercerita yang kira-kira artinya sebagai berikut :

“Di pesawat tadi saya duduk di samping dia (TGB). Dia terlihat serius membaca classic book (kitab kuning). Lalu ketika akan turun, saya persilakan dia untuk turun duluan, tetapi malah dia balik mempersilahkan saya untuk turun duluan sampai dua kali”.

TGB : (TGB diam untuk memberi kesempatan IAK turun duluan)
IAK : After you Sir (sialakan duluan Pak)
TGB : No, After your Sir (Enggak Pak, Bapak saja yang duluan)
IAK : (masih ragu-ragu untuk turun duluan)
TGB : It’s OK, after you Sir (enggak apa-apa Pak, silakan duluan).

Setelah dipersilakan sampai dua kali, akhirnya kawan saya memutuskan untuk turun duluan dari pesawat yang menerbangkan mereka dan penumpang lainnya dari Jakarta tersebut.

Tidak terasa kami sudah semakin dekat dengan Senggigi tapi kawan saya ini masih terus melanjutkan ceritanya tentang TGB. Dia mengatakan bahwa dia melihat sosok seorang yang punya leadership di dalam TGB. Untuk hal ini, saya juga mengamininya. Sosok TGB memang sosok yang teduh, elok dipandang dan punya kharisma yang merupakan bawaan lahir sehingga setiap orang yang bertemu dengannya akan langsung dapat melihatnya dengan jelas.

Dia juga sudah tentu ingin menyampaikan kepada saya secara tidak langsung bahwa dia sangat terpesona dengan kesantunan TGB yang tetap meberikan kesempatan kepadanya untuk turun terlebih dahulu padahal TGB bisa saja turun duluan jika menghendakinya.

Cerita kawan saya tersebut terang saja langsung memanggil memori saya tentang peristiwa yang sangat berkesan buat saya sendiri mengenai kesantunan TGB. Ketika pelantikan Ahyar Abduh sebagai wali kota Mataram periode pertama, tanpa sengaja jari saya menekan nomor saluran sebuah TV lokal yang saat itu sedang menyiarkan seremoni pelantikan itu secara live. Saya ceritakan kepada kawan saya tersebut bahwa saat pelantikan itu TGB juga melakukan hal yang persis sama dengan apa yang dilakukan kepadanya yaitu mempersilakan H. Mohammad Ruslan, incumbent saat itu, untuk berjalan di depannya padahal TGB adalah seorang Gubernur dan Ruslan adalah seorang wali kota yang secara hirarki struktur pemerintahan berada di bawah TGB.

TGB memang memiliki kharisma sebagai seorang pemimpn sehingga dia dengan mudahnya memenagkan pertarungan Pilkada di NTB dua kali berturut-turut. Dua kali memimpin dan membawa NTB semakin moncer dengan prestasi di tingkat nasional maupun internasional, gubernur berparas santun dan rupawan ini tetap saja rendah hati. Oleh karena itu, tidak heran jika di akhir masa jabatannya di periode kedua ini, TGB semakin banyak diperbincangkan di tingkat nasional dan digadang-gadang oleh beberapa kalangan masyarakat untuk dapat maju di pertarungan Pilpres mendatang.

Mengikuti berita kegiatan dakwah TGB di berbagai daerah dari berbagai media, saya tiba-tiba teringat kembali dengan sebuah ramalan yang sering diceritakan oleh ayah saya mengenai calon seorang pemimpin nasional asal Lombok. Dua puluh lima tahunan yang lalu ayah saya mengatakan,

“suatu saat nanti akan ada kijang putih dari Lombok yang akan menyeberangi samudera (mayung puteq belat segare)”.

Demikian ayah saya menirukan ramalan seorang ulama paling kharismatik sepanjang masa di Lombok ini yang majlis taklimnya sering saya hadiri bersama nenek saya ketika saya masih anak-anak. Ulama besar itu adalah Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang juga merupakan kakek dari TGB.

Hari ini, dua puluh lima tahun kemudian, sedikit demi sedikit saya mulai memahami arti dan kemungkinan kebenaran ramalan tersebut. Ramalan mayung puteq belat segare yang kandungan makna dan simbolisaasinya tidak kalah padat dari ramalan joyoboyo sekalipun, hari demi hari mulai terbukti. Untuk membuktikannya, mari kita mulai menganalisa komunikasi dan simbolisasi yang ingin disampaikan dari seuntai kalimat ramalan tetrsebut.

Mayung (kijang)

Dua puluh lima tahun yang lalu, saya sedikit pun tidak mengerti kenapa hewan yang punya kecepatan lari sekitar 37 – 50 mph atau setara dengan 59,533 – 80,450 km/h yang menjadi simbolisasi dalam ramalan tersebut. Belakangan ini, saya mulai mencoba menganalisanya. Menariknya, saya kemudian menemukan bahwa kijang ternyata merupakan komponen menonjol dari logo privinsi Nusa Tenggara Barat dengan posisi atau alignment center. Tentu setelah saya menyadari hal ini, dengan mudah saya dapat menyimpulkan bahwa perlambang mayung (kijang) dalam ramalan mayung puteq belat segare dapat ditafsirkan sebagai putra daeran NTB. Kemudian posisi kijang di logo tersebut yang berada persis di tengah-tengah (alignment center) dapat berarti bahwa “sang mayung” akan mendapatkan peran central.

Puteq (putih)

Warna putih merupakan warna favorit para ulama atau kiyai. Seantero negeri telah maklum bahwa TGB merupakan seorang kiyai dan ulama tafsir lulusan Al Azhar Kairo. Dia rutin mengisi sejumlah majlis taklim baik sebelum dan setelah menjabat gubernur NTB. Dalam kesehariannya baik sebagai ulama maupun gubernur, TGB sangat sering mengenakan jubah dan atau sorban berwarna putih. Dengan demikian puteq dapat ditafsirkan sebagai seseorang umaro dari NTB dari kalangan ulama.

Belat Segare (menyeberangi lautan)

Frase belat segare ini lebih mudah untuk dianalisa dan ditemukan tafsirannya. Dalam bahasa Indonesia, belat segare dapat diartikan dengan menyebrangi lautan atau samudera. Adalah fakta bahwa ibu kota terletak di ujung barat pulau Jawa. Untuk mencapainya dari Lombok NTB, minimal kita harus menyeberangi dua laut (selat), yaitu selat Lombok dan selat Bali.
Popularitas TGB yang belakangan semakin menanjak membuat ramalan mayung puteq belat segare kian terasa mendekati kebenaran dan waktunya sudah akan segera tiba.

Sang “mayung puteq” berkeliling memenuhi undangan untuk ceramah dari masjid ke masjid, dari kampus ke kampus di Jogja, Jawa Tengah, Palembang dan bahkan telah “nyeberang” ke jantung kekuasaan yaitu Jakarta–di Masjid Istiqlal. Nama TGB semakin banyak diperbincangkan oleh masyarakat maupun para tokoh di media sebagai salah satu alternatif calon pemimpin masa depan Indonesia yang lebih baik.

Prestasi yang berhasil dicapai NTB di berbagai bidang dan penghargaan yang menyertainya baik di tingkat nasional maupun internasional selama dua periode kepemimpinan TGB cukuplah menjadi bukti bahwa ia layak diperhitungkan di Pilpres mendatang. Kharisma dan kepemimpinan yang dia miliki juga telah banyak menginspirasi. Sudah saatnnya Sang mayung puteq untuk belat segare dan mengukir prestasi dan menginpsirasi negeri.

TGB untuk Indonesia
Lombok Post, Sabtu 8 Juli 2017 (hal. 17)

#SayaTGB
#SayaPastiShare



[ad_2]

Source

Share this post

Comments (25)

  • Toni Speed Reply

    Pak Gatot dan TGB
    mereka berkharisma berlevel internasional merakyat tanpa pencitraan dan bayar media..
    Smoga mereka berpasangan utk menyelamatkan NKRI saat ini..

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Ranu Adi Aldaka Reply

    Wakil dlu pak 5 th brsama pak gatot. Setelah itu presiden 2 periode. Jadi memimpin negara 15 th pak. Saya doakan terkabul. Aamiin….

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Hajji Mulyadi Reply

    Saatnya Indonesia di pimpin Hamba Allah yg faham Ilmu Agama dan Ilmu umum, dan tentu yg mngamalkan ilmunya tersebut, smg mnjadi negara yg Baldatun, thoyyibatun wa rabbun gafuur. Doa kami untuk Antum ya TGB.

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Arum Bin Ancah Reply

    kuhaarap ini bukan hanya ramalan,,melainkan bs mjd kenyataan di ms depan.Aamiin,,,

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Baiq Haditsah Icha Reply

    Amiiinnn….sudah saatx Indonesia dipimpin org yg beriman dan berahlak mulia spt TGB..kharisma maulanasyeh TGKHM ZAINUDDIN ABDUL MAJID diwariskan ke TGB

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Dheriks Sugeyatta Reply

    Semoga jadi kenyataan
    Besar harapan kami negara ini dipimpin oleh orang yang tepat dan bukan orang yang hobinya pencitraan

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • MD Ali MD Ali Reply

    Para orng tua dulu ug pernh crta ad pemimpin dri timur yaitu dri NTB
    INDONESIA BRU AMAN Mga terwijud TGB,FOR NKRI2019
    AAAMINN

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Egok Oghik Oget Reply

    Amiiiinnn mudah”n smua harapan kt bs trujud smoga bpk gubnur kt ini ttp dlm lindungan ALLAH SWT dn sllu di beri kesheatan amin..

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Syamsu Rahman Reply

    Pemimpin yg insyllah mmbawa perubahn besar bagi Indonesia…save TGB For PRESIDENT. Allah Akbar…

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Kaa Lytacahya Reply

    Aamiin.. sy jg sering dengar dri orng2 tua ttng ramaln itu smoga sja terjdi.

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Iskandar Setuta Reply

    Amiiiin. Sya yakin itu trjadi… krna sring sy dengar bhas indonesia akan aman jika dipinpin oleh orang dari timur

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Hany Bunga Cinta Reply

    Amiiinn Allah humma amiinn smoga aja TGB mnjadi pemipin indobesia

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Benny Ali Khasim Reply

    Mudah2han doa kita semua di kabulkan oleh alloh swt amin ya robbal alamin

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Marsel Syt MC Reply

    menurut sebuah ramlan tinggal satu kepemimpinan baru orang lombok akan memimpin

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Fuad Asgar Reply

    Subhannallah…sosok pemimpin yg punya karisma rendah hati amanah istiqomah smart dan bijaksana…

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Par Han Reply

    InsyaAllah Amiin…smoga TGB bisa menjadi pemimpin Indonesia yg amanah tanpa pencitraan.
    bagi saya TGB saat ini utk RI 1 atau RI 2 sama saja yg penting Negara di pimpin oleh orang2 yg beriman & beragama & bukan pemimpin yg beragama tapi hanya kelihatannya saja.

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Fariduddin Attar Reply

    Ulasannya Sangat menarik dibaca sampai habis… Mudah2an bisa menjadi kenyataan…

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Alfii Ismiyati Reply

    Putra terbaik yg dimiliki negri ini tak kurang. Tapi ya sudahlah negara ini hampir tersandera oleh yang bukan ahlinya

    Semoga beliau diamanahi oleh Allah menjadi pemimpin negeri ini berikutnya

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Arnix Aza Reply

    INSYA ALLAH … MUDAH2AN JADI PEMIMPIN INDONESIA MASA DEPAN … AAMIINN

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Ganjar Sanjaya Reply

    Umaro sekaligus ulama semoga do’a kita semua di hijabah oleh Allah SWT amiiiiin yaaa robbal’alamin…
    #TGBFORINDONESIA…

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Indra Surahman Reply

    Semoga Allah Azzawajallah selalu membimbing dan meridhoi mu Tuan Guru Bajang.

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • R Hayyi Reply

    Amin… amin … amin
    Moga simbolisasi mayung putek belat segara akan menjadi kenyataan
    TGB for Presiden

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Hasan Baslum Reply

    Semoga negri ini dipimpin oleh pemimpin yg santun krn adab bkn krn pencitraan…

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Ahmad Rifai Reply

    Amiiin. Semoga Allah meridoi TGB JADI PRESIDEN INDONESIA YG PRO KAFIR.

    November 22, 2017 at 4:18 pm
  • Muhamad Nahdi Reply

    Sy iri sm admin bisa cerita, sy punya banyak kenangan yg relevan tapi tdk bs cerita.

    November 22, 2017 at 4:18 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *