Balap cidomo di jalur cepat By pass Bandara Lombok, benar atau salah? Secara lo…

Balap cidomo di jalur cepat By pass Bandara Lombok, benar atau salah? Secara lo…

[ad_1]

Balap cidomo di jalur cepat By pass Bandara Lombok, benar atau salah?

Secara logika, kita belum menemukan satu alasan apapun untuk membenarkan kejadian ini, sekalipun dengan alasan tradisi. Penguasaan fasilitas umum oleh segelintir orang orang “KAJUMAN” ini tidak bisa dianggap hal biasa, terlebih lagi ini adalah jalur cepat BY PASS menuju BANDARA INTERNASIONAL, sekali lagi, BANDARA INTERNASIONAL lho.

Lambat laun, jika sudah dianggap kebiasaan (walaupun tidak diperbolehkan), khawatirnya akan menggunakan stempel tradisi. Jika sudah atas nama tradisi, ciut juga kita mau mengingatkan sekalipun hal ini MELANGGAR KETERTIBAN atau bahkan MELANGGAR HUKUM.

Tidak memikirkan hak pengguna jalan yg lainnya bukan hal yg baik, pun ketika terjadi hal hal tragis seperti ini juga bukan hal yang baik. Jika korban dibelakangnya sampai kehilangan nyawa, apa masih disebut masih layak jadi tontonan?

SHARE dan LIKE jika peduli…
#BalapCidomo #Kajuman #ByPassLombok[fb_vid id=”1541641825879625″]
[ad_2]

Source

Share this post

Comments (24)

  • Suyud Saputra Reply

    Sisi positifnya balap cidomo mulai membumi.. Bukan hanya Masbagik saja.

    Bedanya di Masbagi di support pemerintah kecamatan, yg dilain kagak

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Sultan Baidawi Reply

    Itu teguran buat pemerintah.. Kalo memang itu tradisi.. pemerintah setempat seharusnya memberikan atau menyediakan tempat bagi mereka… kalo pemerintah tdk bisa menaungi mereka yaaa wajar2 saja kalo mereka semau2nya dibupast… jadi kalian yg buat status jgn memojokkan masyarakat

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Suparman Reply

    Sudah min, kasih mereka lahan saja buat balap cidomo. Menurut saya mungkin itu yang mereka inginkan dan yang mendesign ini. Hanya saja saya baru mendengar dari mimin ada budaya balap cidomo lek Lombok 😀 .

    Yang Penting Rakyat Senang haha

    Kalau boleh kasih info tahun berapa pertama kali diadakan balap ini di Lombok. 🙂 Matur tampiasih.

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Tanu Aja Reply

    Benar tadi saya lihat waktu lewat jalur bil

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Zali Gaptek Reply

    Parasit !!!
    Yg jadi masalah TKPnya, itukan jalan umum jelas akan mengaggu ketertiban umum,so klok boleh arahkn ke tempat lain,lapangan minsalnya.
    Biar Jalan beropersai sepatutnya dan hobi mereka juga terjaga.(saya rasa ini hanya hobi bukan tradisi)

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Putra Pringgos Jr. Reply

    Mereka spti itu karna gak punya pekerjaan. Pengangguran dimana2. Akhirnya hobi disalurkan utk hal hal yg membahayakan nyawa mrk sendiri. Krn tak punya harapan menatap masa depan. Perlu disediakan lapangan kerja utk anak anak muda NTB.

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Miftahur Ridho Reply

    Buat yang minta dibuatkan fasilitas, tolong pikirkan lagi karena kepeng untuk itu pasti bakal berasal dari pajak… Dan sebagian besar orang2 yang bayar pajak tahu kalau mereka tidak mau kepeng mereka dipakai untuk menambah kajuman orang2 yang memanh sudah sangat kajuman ini

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Kirani Hidayati Reply

    Jelas” lbh banyak mudarat nya dari pada mampaat nya, tdk kebayang klo ada pengendara yg lain jg kan jd korban cz yg balab saja tak memikirkan keselamatan nya sendri apalagi keselamatan org lain, dan perihatin nya tdk ada rasa kemanusian nya terhadap binatang, itu penyiksaan nama nya semoga aparat dan pemerintah bertindak tegas dlm hal ini sungguh memprihatinkan👿

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Dewa SriWinata Reply

    Itulah warga sbagian dari pulao lombok. Hanya mementingkan diri sendiri.
    Lama lama gubernur juga yg di salahin.
    Padahal anda tau itu jalur untuk kendaraan umum.
    Stlah kjungkir kbalik skrg lo tanggung sndiri sakitnya guyz…

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Supri Sableng Adi Reply

    Klu di dukung mlh kebablasan nantix balap kidomo itu dah mengganggu ketertiban,apalagi di tambah dengan taruhan itu pasti ada taruhanx kita g tau bsr kecilx taruhan tp itu nantinya jd ajang perjudian,,,,,,,,,,

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Miq Nendar Wirajaya Reply

    Jgn sampai ini dibiarkan dan menjadi kebiasaan. Gak ada tradisi lombok sprti ini. Ini sdh sgt mengganggu ketertiban dan keamanan pengguna jalan.
    Segera dong bapak2 bertindak.

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Erik Vanhotten Reply

    Sy jg setuju, coz trauma jg pernah d’tabrak sm bom cidomo, tp untungnya itu kakek” jd mau marah g jd marah tp saat itu yg jelas posisi sy d’jalur yg benar.

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Hazt Reply

    Sangat sangat tidak bermanfaat, selain mengganggu dan membahayakan pengendara lain hal tsb juga sudah pastinya jadi ajang taruhan.. Parahnya Bisa jd jalur by pass tsb alternatif menuju Rahmatullah bagi joki maupun pengendara lain..

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Munawir Wildan Reply

    yg namanya orang awam, mau di majukan kayak apapun daerahnya akan ttp awam….
    saya sih sedia maklum, orang sana kan #backwards

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Yunzil Hadi Reply

    Buatkan saja arena… dulu rakyat punya tradisi pacuan kuda tp lapanganny di gusur…

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • ラル くん Reply

    cobak leq rurung kedaro taok pade lomba betarok barukn pas.
    seneng doank sak tpikiran

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Aziz Rahman Reply

    Laporin wah tie no. Kita perlu ketertiban agar jadi daerah yang maju. Bukan daerah sak kajuman mare mentie.

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Karomi Zahid Reply

    Sungguh kajuman, jalanan bypass loh coba di arena kita juga bakal mendukung🤗

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Zul Arham Reply

    satu kata NGAWAK…!!, kmna Dishub? pulisi dan para pemangku daerah?

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Arsana Yasa Reply

    Memalukan..jalur ke bandara bisa ada balap dokar..gmn mau nyaingi pariwisata tetangga..pasti judi jg..😀

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Siti Nanik Reply

    Kenapa bisa seperti itu …
    Apa tidak ada kegiatan resminya ??
    Sebenarnya bisa diagendakan setiap tahun kegiatan resmi seperti ini utk menarik wisatawan ..seperti kerapan sapi di madura

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Irwan Maulana Reply

    Setuju min. Jangan sampai hal semacam ini yg memberi penilaian negatif thdp Lombok.

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Isnaini Putra Lembar Reply

    Ngawur aja orang ini,fasilitas jalan umum pakai,ayo pak polisi basmi

    November 21, 2017 at 3:39 pm
  • Mirzan Wanen Saputra Reply

    seharusnya sih punya fasilitas sendiri jika mungkin ini tradisi jgn pakai fasilitas umum spt jalan raya. contoh yg saya temui di kab. BANTUL, DIY. mirip2 seperti ini balapan kuda tapi di sna mereka pakai lapangan bahkan di sna buatkan agenda wisata.

    November 21, 2017 at 3:39 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *